Langsung ke konten utama

Siapa yang Sangka, Curug Seindah Ini Ternyata Ada di Bekasi


Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang ternyata bukan lagi identik dengan gunungan sampah. Pasalnya di sekitar lokasi ini ternyata juga tersimpan pemandangan alam menakjubkan berupa curug. Berada di perbatasan antara Bekasi dan Bogor, tepatnya di Desa Cikiwul, Kecamatan Bantar Gebang, air terjun yang oleh masyarakat dikenal dengan nama Curug Parigi ini makin "hits" di kalangan traveler.

Curug parigi sendiri terbentuk akibat patahan Sungai Cileungsi setinggi sekitar 2 meter. Patahannya yang sempurna sepanjang lebar sungai, membentuk air terjun serupa Niagara yang eksotis. Debit airnya sendiri tergantung musim, jika sedang musim hujan dalam skala sedang, curug ini menjadi tempat yang bagus untuk berfoto. 

Arman, salah seorang pengunjung curug kepada Liputan6.com, Minggu (9/7/2017) mengatakan, Curug Parigi bisa menjadi alternatif tujuan wisata orang Jakarta, selain lokasinya tidak terlalu jauh, masuknya juga masih gratis, hanya bayar parkir. Namun demikian, Arman menyayangkan kualitas air sungai yang semakin kotor. 

“Saya dua kali ke sini, dulu airnya masih bagus, sekarang sudah agak keruh. Sayang banget sih kenapa belum dikelola sama pemerintah, padahal ini potensial banget. Pengunjung juga rela sih masuk bayar tiket asal curugnya dirawat dan fasilitasnya di bangun, kayak toilet, kamar ganti,” ungkap Arman.

Bagi yang ingin berkunjung ke Curug Parigi, Anda bisa menggunakan kendaraan umum berupa bus jurusan Bekasi – Bogor dan turun di Pangkalan 5. Jika Anda menggunakan kendaraan pribadi, masuk ke Jalan Raya Narogong dan berhenti di Desa Cikiwul. Sejauh ini pengunjung belum dikenakan tarif tiket masuk, namun Anda perlu membayar parkir Rp 5 ribu untuk motor dan Rp 10 ribu untuk mobil.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

10 Fashion Item Nyeleneh yang Sebaiknya Tidak Anda Kenakan

Dunia fashion memang sangat ekspresif. Ada berbagai pakaian dan aksesori yang dirancang dengan desain yang unik. Namun, tak jarang desain unik dan berbeda ini malah gagal memukau, bahkan kadang membuat kepala Anda geleng-geleng saking anehnya.
Seperti yang dilansir dari laman Bright Side, Rabu (12/7/2017) beberapa fashion item yang diciptakan oleh desainer ini akan membuat Anda tercengang dan merasa tak perlu untuk dikenakan.
1. Jeans jaring Fashion item dengan detail jaring memang sedang tren. Namun sepertinya tidak untuk gaya jeans yang satu ini, ya.
2. Sepatu boots transparan Banyak wanita yang bermimpi ingin mengenakan sepatu kaca Cinderella. Tapi, jika bentuknya seperti boots sebatas lutut, jadi terlihat aneh, bukan?
3. Suspender Jeans Lain lagi dengan jeans jaring, model jeans yang satu ini selain ribet, pastinya tidak nyaman untuk dikenakan.
4. Jaket yang memperlihatkan bahu Sepertinya jaket ini sangat cocok untuk Anda yang suka dengan gaya rebel, ya.
5. Stoking robek-robek Detail …

Inikah Spesifikasi Xiaomi Redmi 5

Xiaomi menyiapkan sejumlah smartphone, yang diperkirakan rilis pada tahun ini. Salah satunya adalah Redmi 5.
Dilansir GSM Arena, Sabtu (15/7/2017), rencana Xiaomi merilis Redmi 5 semakin menyita perhatian setelah sejumlah foto diduga smartphone tersebut muncul di internet. Foto-foto itu beredar di jejaring sosial asal Tiongkok, Weibo, yang memperlihatkan desain dan sejumlah spesifikasinya.
Berdasarkan keterangan yang tertulis, Redmi 5 akan hadir dengan dua pilihan chipset dan RAM. Varian pertama memiliki chipset Snapdragon 625 dan RAM 3GB, sedangkan yang lainnya dilengkapi chipset Snapdragon 630 dengan RAM 4GB.
Smartphone ini juga akan meluncur dengan dua pilihan memori internal yaitu 16GB dan 32GB untuk varian RAM 3GB. Sementara, untuk varian RAM 4GB hanya memiliki memiliki satu opsi 64GB. Kedua varian memiliki slot untuk kartu microSD dan dual SIM.
Selain itu, Redmi 5 juga memiliki layar berukuran 5 inci dengan resolusi 1.920 x 1.080 piksel, kamera belakang 16MP, kamera depan 5MP d…

Perlu Data Akurat Guna Wujudkan Swasembada Pangan

Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan pengawasan luas tanam padi dan jagung secara harian dan berjenjang, mulai dari desa, kecamatan, kabupaten, provinsi hingga nasional. Saat ini, oengawasan dilakukan oleh petugas lapangan dengan mengirimkan data melalui SMS ke smscenter dengan aplikasi secara online.
Direktur Jenderal Tanaman pangan Kementerian Pertanian Gatot Irianto menjelaskan, data tersebut akan digunakan oleh kementan untuk bahan pengambilan kebijakan dan langkah teknis operasional di lapang guna meningkatkan produksi sehingga target swasembada bisa tercapai.
Untuk meningkatkan keakurasian data, Kementan menjalin kerja sama dengan beberapa instansi. Salah satunya adalah Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Dalam kerja sama ini, Kementan dengan LAPAN mengolah data dari citra setelit landsat-8.
"Cara ini dinilai lebih praktis, efisien dan cepat dan di update setiap 16 hari sekali," jelas dia dalam keterangan tertulis, Minggu (16/7/2017).
Kepala Pusa…