Langsung ke konten utama

Butuh 3 Tahun Persiapkan Kalimantan Jadi Ibu Kota RI


Pemerintah membutuhkan waktu 3 tahun sampai 4 tahun untuk membangun berbagai infrastruktur dasar, termasuk gedung pemerintahan di Kalimantan sebagai Ibu Kota Indonesia yang baru. 

"Mungkin butuh 3-4 tahun untuk menyelesaikan seluruh infrastruktur dasar, maupun membangun gedung-gedung pemerintahan," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro di kantornya, Jakarta, seperti ditulis Selasa (4/7/2017).

Upaya mewujudkan pemindahan ibu kota ini, Bappenas bekerja sama dengan kementerian terkait. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ditunjuk sebagai lead proyek besar tersebut. 

Karena Bambang berharap, pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Kalimantan bisa terealisasi paling cepat 2018. "Mudah-mudahan 2018-2019 sudah mulai ada kegiatan terkait pemindahan pusat administrasi Ibu Kota," ucap Mantan Menteri Keuangan itu. 

Bappenas menargetkan kajiannya selesai pada 2017. Kajian tersebut, meliputi, penentuan lokasi, estimasi dan skema pendanaan, serta tata kotanya.

"Tadi dibahas dengan Presiden. Intinya kita akan mulai segala proses. Mudah-mudahan kajiannya selesai tahun ini karena ibu kota pastinya di luar Jawa. Kemungkinan besar di Pulau Kalimantan, tapi spesifiknya di mana, itu yang akan di finalkan," Bambang menerangkan. 

Bambang mengaku, pemerintah akan mendorong pendanaan pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan dengan skema public private partnership (PPP). "Kita akan dorong model PPP. Jadi partisipasi swasta kita libatkan," pungkas dia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

10 Fashion Item Nyeleneh yang Sebaiknya Tidak Anda Kenakan

Dunia fashion memang sangat ekspresif. Ada berbagai pakaian dan aksesori yang dirancang dengan desain yang unik. Namun, tak jarang desain unik dan berbeda ini malah gagal memukau, bahkan kadang membuat kepala Anda geleng-geleng saking anehnya.
Seperti yang dilansir dari laman Bright Side, Rabu (12/7/2017) beberapa fashion item yang diciptakan oleh desainer ini akan membuat Anda tercengang dan merasa tak perlu untuk dikenakan.
1. Jeans jaring Fashion item dengan detail jaring memang sedang tren. Namun sepertinya tidak untuk gaya jeans yang satu ini, ya.
2. Sepatu boots transparan Banyak wanita yang bermimpi ingin mengenakan sepatu kaca Cinderella. Tapi, jika bentuknya seperti boots sebatas lutut, jadi terlihat aneh, bukan?
3. Suspender Jeans Lain lagi dengan jeans jaring, model jeans yang satu ini selain ribet, pastinya tidak nyaman untuk dikenakan.
4. Jaket yang memperlihatkan bahu Sepertinya jaket ini sangat cocok untuk Anda yang suka dengan gaya rebel, ya.
5. Stoking robek-robek Detail …

Inikah Spesifikasi Xiaomi Redmi 5

Xiaomi menyiapkan sejumlah smartphone, yang diperkirakan rilis pada tahun ini. Salah satunya adalah Redmi 5.
Dilansir GSM Arena, Sabtu (15/7/2017), rencana Xiaomi merilis Redmi 5 semakin menyita perhatian setelah sejumlah foto diduga smartphone tersebut muncul di internet. Foto-foto itu beredar di jejaring sosial asal Tiongkok, Weibo, yang memperlihatkan desain dan sejumlah spesifikasinya.
Berdasarkan keterangan yang tertulis, Redmi 5 akan hadir dengan dua pilihan chipset dan RAM. Varian pertama memiliki chipset Snapdragon 625 dan RAM 3GB, sedangkan yang lainnya dilengkapi chipset Snapdragon 630 dengan RAM 4GB.
Smartphone ini juga akan meluncur dengan dua pilihan memori internal yaitu 16GB dan 32GB untuk varian RAM 3GB. Sementara, untuk varian RAM 4GB hanya memiliki memiliki satu opsi 64GB. Kedua varian memiliki slot untuk kartu microSD dan dual SIM.
Selain itu, Redmi 5 juga memiliki layar berukuran 5 inci dengan resolusi 1.920 x 1.080 piksel, kamera belakang 16MP, kamera depan 5MP d…

Perlu Data Akurat Guna Wujudkan Swasembada Pangan

Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan pengawasan luas tanam padi dan jagung secara harian dan berjenjang, mulai dari desa, kecamatan, kabupaten, provinsi hingga nasional. Saat ini, oengawasan dilakukan oleh petugas lapangan dengan mengirimkan data melalui SMS ke smscenter dengan aplikasi secara online.
Direktur Jenderal Tanaman pangan Kementerian Pertanian Gatot Irianto menjelaskan, data tersebut akan digunakan oleh kementan untuk bahan pengambilan kebijakan dan langkah teknis operasional di lapang guna meningkatkan produksi sehingga target swasembada bisa tercapai.
Untuk meningkatkan keakurasian data, Kementan menjalin kerja sama dengan beberapa instansi. Salah satunya adalah Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Dalam kerja sama ini, Kementan dengan LAPAN mengolah data dari citra setelit landsat-8.
"Cara ini dinilai lebih praktis, efisien dan cepat dan di update setiap 16 hari sekali," jelas dia dalam keterangan tertulis, Minggu (16/7/2017).
Kepala Pusa…